***
kali ini gue cuma mau cerita apa yang menarik dari KKM lewat sudut pandang gue. inti KKM menurut gue adalah pengabdian masyarakat dan pengakraban satu mahasiswa se-teknik. bukan cuma mabanya, tapi seluruh mahasiswa. oh satu lagi, yaitu me-wanita-kan para putri teknik--yang mungkin mulai lupa kodratnya sebagai wanita.
mungkin awalnya emang kayaknya muuuuuales mau pergi. tapi beneran deh, lo gak akan nyesel ikut kegiatan ini. awalnya gue udah setengah hati mau ikut. tapi dipikir lagi, lapo melok lek mek setengah hati tok? kate dapet opo lek budale ae gak niat? akhirnya dimantapkan hati, toh perginya juga rame. gak akan sendirian, gak akan ditinggal temen.
dan akhirnya gue berangkat.
siapa sangka, di bumi KKM ini bener terasa kepribadian asli dari temen-temen. ada yang tulus, ada yang polos, ada yang maunya mek enak tok, ada yang juahat, ada yang seenak udelnya sendiri, ada yang peduli, ada yang pengin eksis sendiri, ah pokoknya banyak. untungnya temen kelompok gue masuk dalam golongan menyenangkan semua. setidaknya kalo bareng mereka gue gak perlu jaim. rasanya kayak kalo lagi nongkrong sama arek-arek 65 (jurusan arsitektur, red.)
setiap kali ngirim masakan buat yang putra, kelompok gue selalu nyisipin surat. entah itu cerita penting tentang gas yang habis dan air yang menipis, sampai sekadar cerita random tentang tetangga yang menurut kita jahat. absurd memang. apalagi ditambah panggilan papa ganteng dan mama cantik. di malam ke sekian, surat kami dibalas. kepala suratnya beralamatkan: kepada yang termuach, mama cantik. iya kalian muntah dulu aja gak apa-apa kok, gue paham. dan blablabla inti suratnya adalah mereka nitipin tiga liter air untuk kami via panitia, tapi sampai pulang air itu gak pernah sampai ke tangan kami.
gak cuma masak, kami juga menjahit. dan kegiatan itu sukses bikin gue kangen main flanel lagi. terus ada juga yang ngajar di sekolah dasar dan penyuluhan gigi di taman kanak-kanak.
dan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu...... evaluasi.
ini yang paling mendebarkan bro. bayangin, dini hari, pas lagi dingin-dinginnya malam, tau-tau ada suara sirine kuenceng, dan teriakan-teriakan macam, "MABA PUTRI BANGUN!" atau "TANGI WOY!!! TANGIII!" jangkrik banget gak tuh. dan dalam keadaan setengah sadar, lo harus nyari ponco dan sepatu. plus periksa kelengkapan macem keplek, sepatu proyek, ikat pinggang, baju proyek, kaos kaki, dan jeans gelap. udah gitu dibariskan. dingin cak! pake banget. terus disuruh lari ke lapangan yang udah disiapin panitia. iye, lari, di atas gunung, di antara ladang warga, minim penerangan, jalanan tanah licin, dini hari. itu juga masih pake diteriakin panitia yang turun ke lahan. biasa, sok galak *dikeplakin mas-mbak panitia*
evaluasi di malam ke sekian. puncak kekacauan. dan apa yang selama ini cuma gue baca dari blog senior, cuma bisa gue bayangin, beneran kejadian langsung di depan mata gue. malam itu suasana memanas. jumlah panitia yang keluar lebih banyak dari biasanya. dan mereka juga lebih ganas dari biasanya. kami disalahin tanpa henti, padahal kesalahan yang disebutin juga banyak yang gak konkrit, tanpa bukti, menurut gue. trus segala macem argumen pembelaann kami dipatahin gitu aja. trus gue gatau apa yang terjadi, tau-tau semua maba berdiri, dan panitia lari-lari. semua teriak dan suasana malam itu bener-bener ribut. kacau. yang berhasil gue liat cuma kepulan debu di bawah sorot lampu. dan yang terdengar adalah teriakan untuk merapatkan barisan, pegang erat temennya, tangisan beberapa maba putri, dan teriakan panitia yang mengingatkan panitia lainnya untuk lari. sumpah ini gak pake lebay ceritanya pek, tapi emang gitu kejadiannya. kemudian yang gue inget, dateng segerombolan 'kakak-kakak' yang lain, bikin barisan mengelilingi maba outri, dan nyuruh kami nunduk.
malam berikutnya, tiga elemen dalam pembinaan teknik (maba, panitia, dan lembaga) dilebur jadi satu lewat api unggun. ini acara paling seru dari KKM XXXV. dimana akhirnya gak ada lagi jarak antara panitia-maba, gak ada lagi panggilan maba, gak ada lagi senioritas.
dan jurusan 65 sukses ngambil hati saya malam itu ;_;
dipeluk mbak-mbak panitia, maaf-maafan. hikseu. bener-bener berasa kalo kami punya kakak. sampai akhirnya pulang ke kampus lagi. dan disambut lagi. ah, saya sayang teknik dan sayang 65.
sueneng rasane pek! pokoke kon kabeh lek gak melok KKM mesti nyesel! :D
No comments:
Post a Comment