Showing posts with label my imaginary wold. Show all posts
Showing posts with label my imaginary wold. Show all posts

June 11, 2012

Pertama setelah sekian lama...

Hai, jumpa lagi dengan saya, bot (Robot. red) cordy noona si pencerita yang sering ngawur. berikut ini cuma fiksi. semoga gak ada yang tersesat sama cerita saya. banyak-banyak istigfar sangat dianjurkan. cerita ini terinspirasi dari tweets para exo fangirls dan kegagalan konser gaga, pertama ditulis di twitter saya, di tengah carut marut pikiran kala butek belajar buat SNMPTN. enjoy.

Konser exo dilarang, alasannya simpel; ketampanannya meresahkan masyarakat.
D.O sebagai mantan santri merasa berdosa. Selama ini dia tidak menyadari hal itu. 
Kris menangis. "Iya pih, konserku terancam batal kalo kayak gini caranya." Adu Kris pada pipihnya, lewat telefon.
Di sisi lain, Sehun berusaha menenangkan Luhan. "Udah dong yang, nanti cantiknya ilang." Alih-alih terhibur, Luhan balik menyemprot Sehun, "YA TAPI GUE BETE! DANDAN GUE UDAH POL GINI MAU DIKEMANAIN CYIN" 
Sementara itu di masjid terdekat dari situ, Chen lagi solat. Doi istikharah minta petunjuk tuhan. 
Lay, Chanyeol, dan Tao mengancam akan merusuh di sejumlah tempat jika konser mereka gagal, tapi Tao sebenernya ga berani. Dia ditakut-takutin sama Kai. Kata Kai, Tao cupu kalo gak berani. Makanya doi pura-pura gak takut. Suho dan Xiumin cuma bisa pasrah dan tetap berdoa.
Tapi kemudian semua dikejutkan oleh perkataan Baekhyun, "batal apa kagak, NYANG PENTING KITA UDAH NAIK PESAWAT NYAMPE DIMARI PAN"
Serempak mereka melempari Baekhyun dengan sendal, yang langsung dikumpulkan oleh Baekhyun, "lumayan, bisa dijual lagi." katanya.
Ah, mari abaikan saja orang kampung yg satu itu karena tiba-tiba Chen datang lengkap dengan sarung dan baju koko.
Wajahnya bersinar terang, lebih terang dari mukanya Kris waktu ngibasin rambut di bawah terik matahari Los Angeles.
Semua mata mengarah pada Chen. Kemudian ia berkata, "Asalamualaikum ikhwan-ikhwan sekalian, mari kita selesaikan perkara konser ini sekarang." Semua orang penasaran apa hasil istikharah yang didapet sama Chen.
"Demi kemaslahatan bersama, konser kali ini kita akan menggunakan kostum baju koko dan sarung saja. Plus peci tentunya. Benar sekali,khwan sekalian. Kita akan kasidahan sementara Chanyeol mengiringi dengan rebana."
Dan akhirnya pun mereka setuju. Beberapa dari mereka pinjem baju koko punya Chen dan D.O. Yangg ga kebagian terpaksa beli di Baekhyun. Jgn tanya kenapa tiba2 Baekhyun jualan baju koko. Gue juga bingung kenapa begitu.
Dan konser mereka pun berjalan dengan lancar and they lived happily ever after. Kkeut.

March 06, 2010

Happy birthday, Choi Jonghun!

Happy Birthday #greasyleader Choi Jonghun oppa!
best wishes for you, please stay healthy and take care of my Minhwannie, lol

imagine if the boys doing something like...

Hwannie has just waken up in the morning. "Oh godd~ what time is it?" he yawned.
"wake up, Hwannie! you can't act such a happy-fat-cat you know. cmon ah, don't be lazzzy" Seunghyun, out of sudden entered Minhwan's room. Jaejin followed him.
they both sat on Minhwan's bed. tried to pull Minhwan up from his cozy bed.
"hyungnim, let me sleep please.. I slept at 2am last night!" said Minhwan. He didn't want to move from his bed.
"seunghyun-ah. lets run the plan!" said Jaejin suddenly. he threw a pillow into seunghyun. seunhyun got it, then he started to hitted Jaejin. they fought against each other. their scream's made Minhwan woke up.
"Hyungnim! stop it! don't you feel sorry for me?" he freaked out. but Jaejin and Seunghyun didn't care. Minhwan gave in to them, then grabbed a pillow then hitted his hyungs.
the room was full of laughter when Hongki came in and... "you guys.... hey! are you guys playing pillow fight?? uuhhh count me in!"
those four boys was still playing when Jonghun came. he shouted, "OMG guys what are you doing? its a big mess you know!! clean it up now!! we have to go to some radio stations in hour!"
Minhwan pointed at Jaejin, "Jaejin hyung is the one who started this game." he said innocently.
"noooo! Seunghyunnie started to hit me first!" Jaejin defended himself.
"but Hongki hyung is the most
spiritful!" Seunghyn's turn.
"hey... why me?" Hongki didn't catch why everyone accused him. the only thing he knew is Jonghun would be angry at him.
"grr... how dare you Lee Hongki..!" Jonghun
pursued Hongki.
Hongki ran into another side and said, "cmon hyung! catch me up if you can"
Hongki has just started the fire. Jonghun ran into Hongki and caught him.
"I got you, Lee Hongki! now clean up this room!" said Jonghun, he held Hongki's foot.
"uuuh, okay hyung. Im giving up! I, eh I mean we just wanna say.." hongki turned his head into their dongsaengs. "lets say it together!!" he winked.
"HAPPY BIRTHDAY JONGHUN-HYUNG!!!" all of them shouted.


"HAPPY BIRTHDAY JONGHUN-HYUNG!!!" all of them shouted.

"sorry hyung, we've planned this since last week. and now, you've got punk'd!" said Jaejin happily.
"ohmyGodddd. thank you guys~ you made my day!" Jonghun said with teary eyes.
suddenly Seunghyun and Minhwan came and they brought a big chocolate cake while singing "saengil cukahamnida~ saengil cukkhamnida~
saranghaeyo uri leader..
saengil cukkhamnida "

"thank you so much dongsaengs. you guys are the best gift in my life. the greatest treasure in my life. khkhkh" said Jonghun. he is already cried.



wow! my first fanfiction in English! wasn't expected this one to be a fanfic at first, khkhkh.
anwy sorry for the bad grammar. critical and comments will be greatly appreciated :)

January 08, 2010

dare to reach?

kayaknya udah hampir semua orang2 terdekat gw udah tau ini deh;

ME WANT BUSAN SO BAD!

busan udah jadi obsesi gw. cepat atau lambat gw harus kesana. dan inilah salah satu kenapa gw pengan banget ke busan..

I guess it's Haeundae beach


Busan's skyview


Haeundae Beach

night view of Gwangandaero Bridge

WISH ME LUCK YAY! 감사합니다 ♡

ps/ click for
enlarge

December 06, 2009

obsesi kayanya, bukan fanfic (part. 3)

halo pembaca.
pertama tolong jangan timpukin saya, saya cuma stress di h-1 uas oke?

***

Menyusuri sudut kota Ilsan, kakiku berhenti didepan sebuah rumah bercat merah. Pagar dan temboknya cukup tinggi. Kunyalakan interkom rumahnya, “annyeonghasseyo..”

suara seorang wanita menjawabku, tak lama kemudian dia membukakanku pintu dan berkata bahwa sehee sedang tidak dirumah. Ia menawarkan aku untuk masuk, tapi dengan halus kutolak.

Oke, sehee tidak dirumah dan aku memutuskan untuk segera pulang. Lelah, mungkin bertemu heejin unnie lebih baik sekarang.

Ash. Kakiku terlalu lelah untuk menyusuri kota ini rupanya. Yah, tinggal di Indonesia membuatku tidak biasa untuk berjalan kaki. Kuputuskan berhenti dan duduk di pinggir jalan.

Tiba-tiba seseorang menghampiriku, “annyeonghasseyo.. apa kamu baik saja? Apa kamu tersesat?”

Aku terpana, dia bicara bahasa Indonesia!!

“ne.. gwenchanayo, gamsahamnida. Kamu bisa bahasa Indonesia?” tanyaku dengan nada yg penuh ketertarikan.

“ya, beberapa teman mengajari saya bahasa Indonesia. Dan kamu bisa bahasa korea?” jawabnya dengan nada setengah mengejek. Baru kusadari, mukanya jahil sekali.

Rasanya kesal sekali dengan pertanyaan terakhirnya, aku menjawab dengan nada ketus, “ya. saya bisa sedikit-sedikit. Jangan merendahkan ya”

“hahaha, jangan marah. Tapi maaf aku tidak mengerti dengan kata-kata mu barusan” katanya sambil tertawa.

Matanya menyipit. Sial, dia lucu sekali. Tapi…. Rasanya aku pernah melihat mukanya.kuingat-ingat dimana aku pernah melihatnya ya….

“hey? Mengapa terdiam seperti orang bodoh? Apa kamu sedang mengagumi ketampananku?” katanya tiba-tiba. Membuyarkan lamunanku. Hhhh oppa sialan! Siapa juga yg mengagumimu sih?

“ja-ireumen Choi Minhwan imnida, just call me Minhwan” katanya sambil mengulurkan tangan. Aku masih memperhatikan wajahnya. Mencoba mengingat dimana aku pernah melihatnya.

“aigoo~ I have to go now.. see you later!” katanya setelah melihat sekilas ke jam tangannya. Kemudian oppa itu berlari.

“Choi… minhwan?” desisku. Aneh. Darimana dia tau aku ini orang indonesia? Dan mengapa ia berbicara seolah sudah mengenalku?

Ash. Kulihat jam tanganku. Pukul 4 sore. Heejin unnie pasti mencariku. Sebaiknya aku cepat pulang. Dengan berat hati kulangakahkan kaki menuju pemberhentian subway terdekat



***

can you guys, guess who's the hell is He?



salam,









Choi Irin (minta digampar)

November 08, 2009

manuscript drama syndrome

sesuai ama yg diatas, gua lagi kena virus yg gua namakan manuscript drama syndrome. virus ini menyebabkan kesenangan berlebihan tiap kali anda memikirkan drama/teaterikal/opera/ apalah yg berbau ekting, tapi tolong ya jangan disamakan dengan ekting2 di sinetron indonesia wkwk

and this story is starting..


the triangle between Si, Han, and Chul
directed by chairinnisa
story by zakira
a film by chairinnisa zakira

hampir tengah malam, jarum jam di angka 11 lewat 45, hangeng duduk di meja makan, didepannya tergeletak semangkuk besar ramen yg mulai mengembang. baunya harum dan terlihat enak..
han : (melihat jam dinding) heechul-ah! kapan pulang? aku lapar sekali ini.. (merintih)

tiba2.. (suara pintu diketuk)
han : siapa?
chul : bukakan saja pintunya dan kau akan tau aku siapa! (sedikit membentak)
han : baiklah (membukakan pintu)

cklek! (pintu terbuka, chul menyelinap masuk dan han mengunci pintu)

chul : aku lelah sekali, semua orang terlihat sangat menyebalkan hari ini!
han : (mengambilkan minum ke dapur) moodmu pasti sedang sangat buruk ya?
chul : (memakan ramen dgn lahap tidak menjawab)
han : (kembali ke meja makan, dan terkejut) chul, kau hampir menghabiskan ramen kita!
chul : jadi kau belum makan? (berhanti makan)
han : aku menunggumu pulang untuk memakannya bersamamu tapi kau menghabiskannya!
chul : mana kutau! kau tidak mengatakan padaku! (nada suara meninggi)
han : kau tak bertanya! tega sekali kau hyung..
chul : (masuk kekamar dan membanting pintu)

heechul tak sejahat itu, sebenarnya ia menyesal sekali karena telah menghabiskan ramennya, tapi heechul jg tak bisa mengungkapkan perasaanhya dengan baik. malam itu berlanjut dengan atmosfir aneh di dorm han-chul.

***

esoknya, diruang practice, waktu istirahat..
si : (tiba2 menghampiri) hyung, kau ada masalah dengan hangeng ya?
chul : (terkejut) bagaimana kau tau?
si : kalian terlihat menjauh hari ini. mau pergi denganku malam ini hyung?
chul : okay (muka tak peduli)
si : kujemput kau di lantai bawah dorm ya!
chul : terserah kau saja (pergi dari ruangan practice)

***

sore hari, dorm han-chul..

chul : hey maafkan aku ya semalam (berkata tiba2)
han : (bingung) hah? oh tdk apa hyung, aku yg salah (tersenyum)
chul : kapan2 aku akan mentraktirmu ramen
han : haha kau lucu sekali hyung (mendorong bahu heechul)
chul: hey aku seriussss
han : bagaimana kalau kita pergi malam ini?
chul : baiklah, aku jg tdk ada pekerjaan nanti malam (lupa dengan janji bersama siwon)
han : benar? tak ada MC atau lainnya?
chul : benar (mengulurkan jari kelingkingnya)

***
malam hari, dorm superjunior, lantai dasar..

(hangeng dan heechul keluar lift bersama)
si : hyung! heechul hyung!
chul : ah~ kau? apa yg kau lakukan disini wonnie?
si : aigoo~ tadi siang kita janji akan makan malam bersama. apa kau lupa hyung?
chul : aku tidak ingat
si : lalu skrg kau akan makan bersama hangeng hyung?
chul : tidak, aku hny akan mengantar hankyung kerumah temannya lalu aku akan makan malam bersama irinnie-ku malam ini. dadah siwon, semoga malammu menyenangkan! (pergi melambai ke siwon)

END

khkhk ampun ya jangan timpukin saya, ini ngaco banget emang hahaha *ROFL*

p.s: ELF, petals, fansnya hankyung dan siwon pisss ya <3

November 01, 2009

my own cinderella story

Oneday, in the far far faaaaaaar away kingdom, hiduplah seorang anak laki-laki tampan.
kulit putih susu, bibir merah delima, dan rambut yg sehitam arang. oh tapi lihat, wajahnya terlalu cantik untuk seorang anak laki2 ya. mungkin kita ubah kata tampan diatas menjadi cantik
well, namanya chullie, tapi karna kecantikannya, orang2 memanggilnya cinderella.

his mother has passed away. ayahnya menikah lagi dengan janda beranak satu.
ayah chullie seorang pelaut. dia sering sekali meninggalkan chullie di rumah selama berbulan-bulan. chullie yg malang merasa kesepian, ia sering sekali mengamuk. siapapun bisa jadi sasarannya.
dan sekarang, giliran ibu tiri barunya dan adik tirinya, chairin.

"daddddyyyyyyyy when will you go home arshhhh.. i miss you damn so badlyyyyy" teriaknya di tangah siang yg panas, seperti biasa, setengah mengerang spt kesakitan.

"what's wrong with you dear? here, let me hug you" jawab si ibu dengan sabar.

dasar chullie, dia malah berlari ke luar rumah. ketempat domba-domba milik keluarganya digembalakan.
disaat sendiri seperti ini, chullie menangis! ya dia bukan orang yang mudah saja menangis didepan orang lain tapi.. tiba-tiba terdengar suara sesenggukan yg lain,
chullie yakin, itu bukan suaranya.
dia menoleh ke kanan mencari asal suara dan OH! chairin, adik kecilnya berada di belakangnya. ikut menangis.

"don't cry, sister" ucapnya sambil mengusap air mata chairin.
"talk to yourself, i'll cry if you do" balas chairin tak mau kalah.
"i didn't cry!!" bentaknya marah
"i know you did. don't lie. i miss dad, really miss dad.. hiks"
"oh no problem, he will be okay. don't cry anymore, we have the same problem. you are not alone irinnie" kata chullie sambil mengacak-acak rambut chairin.
mereka saling tersenyum, kemudian mulai berbicara satu sama lain.

***
setelah siang itu semuanya berubah, chullie yang kasar perlahan berubah menjadi gentle. dia melindungi chairin kemanapun mereka pergi.

suatu hari, chairin dan ibunya harus menghadiri pesta di negri tetangga. chullie yg sedang sakit tak mau ikut, dia tdk mau membuat org lain khawatir.

"im gonna miss you soon, have a nice trip ya!" katanya sambil melambaikan tangan kpd ibunya dan chairin.
kereta kuda pun mulai bergerak. meninggalkan chullie yang sepi..
***
disudut lain far away kingdom, putri jessinga memikirkan cara untuk mendapatkan chullie. ia sudah mendengar tentang rakyatnya yg tampan itu. dan melihat bagaimana kedekatan chullie dengan adik tirinya.
jessinga iri. dia mulai menyusun rencana, ia mengadakan sebuah pesta dansa, di malam saat chairin tidak berada di rumah.
putri jess menyuruh pengawal-pengawalnya untuk menyebarkan undangan. termasuk undangan untuk chullie.
chullie memutuskan untuk tidak datang. jam sudah menunjukan pukul 7 malam. ia masih terbaring lemah di kasurnya
“hello chullie..” sapa seseorang, dia muncul dari ruangan yang kosong. dan.. melayang!
“w..wh..who are you?” jawab chullie gugup
“im your fairy, baby. don’t afraid ah~ now I will make you attending jessinga’s party. no matter what you say” seketika peri itu mengucap mantera untuk mengubah penampilan chullie dan membuatnya sehat lagi.
guess what? Peri itu telah disewa oleh putri jessinga!
masih dibawah pengaruh mantera, chullie pergi menghadiri pesta itu menggunakan kereta kuda (dari si mantera si peri juga)
sesampainya diistana, jess menyambut kedatangan chullie dengan penuh suka cita. ia mengajak chullie berdansa. dan dibawah pengaruh mantera, mereka berdansa hingga pagi.
Keesokan harinya far away telah membeku, rupanya jessinga membekukan kerajaannya untuk dapat hidup bersama chullie.
Semua yang ada di kerajaan itu membeku, tepat saat kepulangan chairin...
(to be continued)



APAKAH YG AKAN TERJADI SELANJUTNYA? MUNGKINKAH CHAIRIN DAPAT MENYADARKAN KAKAKNYA KEMBALI? ATAUKAH KISAH KAKAK (angkat) BERADIK INI BERAKHIR DENGAN TRAGIS?? *mulut lebay ala host-nya acara tipi yg ituh*

***

director : chairinnisa
naskah : zakira
produser : noer ananda

cast -->
kim heechul as chullie
chairin

and jessinga



KISAH INI DIBUAT HANYA UNTUK HIBURAN SEMATA, TANPA BERMAKSUD MENJELEK-JELEKKAN PIHAK MANAPUN. piss lope and gaul ;D

October 08, 2009

obsesi kayanya, bukan fanfic (part. 2)

satu minggu sudah semenjak kedatanganku di seoul, sekolah ku sudah masuk. minggu pertama kami masih pengenalan diri, dan sebulan kedepan aku masih akan berada di kelas hanggul. dua bulan berikutnya baru aku diperbolehkan belajar bersama anak korea lainnya.
dan ini hari minggu, hari liburku yang berharga.
aku memutuskan untuk mengujungi temanku di ilsan. Keluarga Kim, terutama heejin telah menawarkan tumpangan padaku, tapi kuputuskan untuk pergi sendiri.
heejin bilang aku harus naik kereta untuk sampai di ilsan. kemudian satu kali naik subway untuk sampai ke alamat tujuanku. dan sekarang kakiku berjalan ke tempat pemberhentian subway.
hum, tidak sulit ternyata pergi sendirian. setidaknya suasana disini tidak semacet lalu lintas Jakarta.
suasana di dalam subway pun sangat bersih. jangan bandingkan dengan bis kota di Jakarta ya, haha.
aku segera mencari bangku yg kosong dan aihh~ akhirnya duduk juga!

“annyeong..” sapa perempuan di sebelahku.

“ya~ annyeonghaseyo..”

“oediso wasseoyo?” tanyanya lagi. menanyakan asalku.

“ Indonesia”

“ha~ nice place~ je ireumeun sora imnida, ireumi mwoeyo?” hem sepertinya dia memperkenalkan dirinya, tapi aku tidak yakin dengan kemampuan bahasa koreaku, haha.

“mworago hassyeoseoyo? my Korean language is bad.” jawabku. memintanya untuk mengulangi kembali pertanyaannya.

“ahh~ but you can speak English well, aren’t you? haha my name is sora. and you?” geez, ternyata bahasa inggrisnya bagus!

“im irin, glad to meet you”

“yes, me too. so, where will you go?”

“hmm, im gonna visit my friend, this is her addres, do you know where it is?”

“ahh~ you have to go on the next subway stop ”

“hoo I see, thanks sora! ure a nice girl”

oke, sora teman yg sangat menyenangkan dalam perjalanan. dia membuatku tertawa terus hahaha.
Subway berhenti dan akupun pamit pada sora..


makin geje! hahaha gw yakin pada salah nebak siapa tokoh berikutnya kan? hahahha
sekarang tebak lagi, siapa tokoh berikutnya? FYI sora itu nama adiknya eunhyuk hehe

kick me if you can, bye <3

October 07, 2009

obsesi kayanya, bukan fanfic

well, this’s gonna be my stupid fanfic. so prepare your self for kick me after you read this fiction haha :D

hari pertamaku menginjakkan kaki di Seoul, menghirup udaranya sejenak lalu memandang sekeliling. bandara ini terlihat sepi. ku pandang sekelilingku lagi, belum ada yang menjemput. teringat percakapan terakhir yang kulakukan dengan keluarga Kim via internet,
“just wait for us. we will pick you up on airport. see you <3”

seminggu yang lalu sebuah badan beasiswa meneleponku. mereka bilang aku lolos di seleksi tahap akhir dan berhak untuk menerima beasiswa ke korea. lucky me. kukabari keluargaku dan seketika mereka bersorak-sorai. ku katakan pada teman-temanku mereka bilang aku bermimpi.
kucubit tanganku dan terasa sakit. ya tuhaaaaan, ini nyata!
dan sekarang disinilah aku, berdiri menunggu jemputan keluarga Kim, keluarga yang akan kutumpangi selama tiga bulan kedepan.

tepat saat udara dingin menyergapku, seseorang menyapaku.

“irin..ah? nice to meet you! finally youre here! iam heejin, Kim heejin”

“aah~ heejin unnie? nice to meet you too hahaha”

dan setelah berbasa-basi sedikit heejin menyuruhku segera masuk ke mobilnya. heejin yg baik, dia meembantu membawakan barang-barangku ke mobilnya. tak lama kamipun terlibat pembicaraan seru didalam mobil. heejin menceritakan semua tentang keluarganya, mulai dari kucing mereka sampai kakak laki-lakinya yang jarang pulang kerumah. heejin sangat ramah dan cantik, dia putra kedua keluarga kim. meski umurnya diatasku, dengan wajah imutnya kami terlihat seperti teman yg umurnya tidak terpaut jauh. padahal dia mahasiswi dan aku anak SMA, haha.
setelah menempuh satu jam perjalanan akhirnya mobil kami sampai di rumah keluarga Kim.
heejin segera melompat turun dan berteriak, “abeoji... eomeoni..! she’s coming..!”

aku segera menyusul heejin yang telah lari kedalam rumah. tiba-tiba sepasang suami istri menyambutku dipintu depan, kuduga mereka adalah Mr dan Mrs. Kim

“annyeonghaseyo, eoseo oshipshiyo irinnie! jal jinaseyo here..”

sapa mr. Kim ramah, sepertinya iya mengucapkan selamat datang untukku. entahlah, rasa kantuk dan lelah membuatku tidak konsentrasi pada ucapan mr. Kim.

“halo, welcome to er… our home, ya ng wish you will be happy here” lanjut mrs. Kim
ramah. tangannya memegang kamus praktis inggris-korea. how friendly you are, maam!

dan selanjutnya mereka menyuruhku beristirahat. heejin mengantarku ke kamar kosong. katanya kamar ini memang sudah disiapkan untukku.

“this is oppa’s, but he’s seldom go home. you can use.. eng.. enjoy it!”
dan tak lama kemudian aku terlelap dalam tidur yg nyenyak.. (to be continue)



kalian sudah bisa menebak siapa tokoh berikutnya? good boy :)