tau-tau di tengah jalan aisy batal ikut, aku sedih. panjen juga hampir gagal ikut, terus dibujukin sama yang lain, katanya kasian irin. trus aku jadi tambah sedih. emang aku segitu menyedihkannya ya?
akhirnya jadi jalan jam 10. di tengah jalan hujan. batu, dingin, ditambah hujan. aku tambah sedih, soalnya merasa bersalah. I cried. yes, I cried while riding the motorcycle. tapi putranti baik banget (gak akan ku omongin langsung di depan orangnya!). dia nyadar, trus bilang aku jangan nangis dan blablabla sampe akhirnya aku gak jadi nangis. soalnya airmatanya keburu kering saking dinginnya. malah dia nawarin buat tukeran nyetir, tapi yaudahlah, aku kan cewek strong. nyampe sana eh ternyata bianglalanya udah tutup. sedih lagi.
yang niatnya mau curcol-curcolan, becanda ketawa sampe hati enakan lagi eh malah kebawa sedih terus. jadilah aku cuman diem aja sementara yang lain bercanda entah apa.
I was being over cranky these past few days, don't know why and I guess I don't even want to find the reason why. I was over emotional, mellow, cranky, and mushy, especially last night.
anyhow, I thank these guys for understanding me,
p.s: runaway semalam tidak semenyenangkan biasanya, but, again, I sincerely thank you :)
p.p.s: postingan ini adalah se-emo-emonya postingan! sampah :))
No comments:
Post a Comment