pertama tolong jangan timpukin saya, saya cuma stress di h-1 uas oke?
Menyusuri sudut kota Ilsan, kakiku berhenti didepan sebuah rumah bercat merah. Pagar dan temboknya cukup tinggi. Kunyalakan interkom rumahnya, “annyeonghasseyo..”
suara seorang wanita menjawabku, tak lama kemudian dia membukakanku pintu dan berkata bahwa sehee sedang tidak dirumah. Ia menawarkan aku untuk masuk, tapi dengan halus kutolak.
Oke, sehee tidak dirumah dan aku memutuskan untuk segera pulang. Lelah, mungkin bertemu heejin unnie lebih baik sekarang.
Ash. Kakiku terlalu lelah untuk menyusuri kota ini rupanya. Yah, tinggal di Indonesia membuatku tidak biasa untuk berjalan kaki. Kuputuskan berhenti dan duduk di pinggir jalan.
Tiba-tiba seseorang menghampiriku, “annyeonghasseyo.. apa kamu baik saja? Apa kamu tersesat?”
Aku terpana, dia bicara bahasa Indonesia!!
“ne.. gwenchanayo, gamsahamnida. Kamu bisa bahasa Indonesia?” tanyaku dengan nada yg penuh ketertarikan.
“ya, beberapa teman mengajari saya bahasa Indonesia. Dan kamu bisa bahasa korea?” jawabnya dengan nada setengah mengejek. Baru kusadari, mukanya jahil sekali.
Rasanya kesal sekali dengan pertanyaan terakhirnya, aku menjawab dengan nada ketus, “ya. saya bisa sedikit-sedikit. Jangan merendahkan ya”
“hahaha, jangan marah. Tapi maaf aku tidak mengerti dengan kata-kata mu barusan” katanya sambil tertawa.
Matanya menyipit. Sial, dia lucu sekali. Tapi…. Rasanya aku pernah melihat mukanya.kuingat-ingat dimana aku pernah melihatnya ya….
“hey? Mengapa terdiam seperti orang bodoh? Apa kamu sedang mengagumi ketampananku?” katanya tiba-tiba. Membuyarkan lamunanku. Hhhh oppa sialan! Siapa juga yg mengagumimu sih?
“ja-ireumen Choi Minhwan imnida, just call me Minhwan” katanya sambil mengulurkan tangan. Aku masih memperhatikan wajahnya. Mencoba mengingat dimana aku pernah melihatnya.
“aigoo~ I have to go now.. see you later!” katanya setelah melihat sekilas ke jam tangannya. Kemudian oppa itu berlari.
“Choi… minhwan?” desisku. Aneh. Darimana dia tau aku ini orang indonesia? Dan mengapa ia berbicara seolah sudah mengenalku?
Ash. Kulihat jam tanganku. Pukul 4 sore. Heejin unnie pasti mencariku. Sebaiknya aku cepat pulang. Dengan berat hati kulangakahkan kaki menuju pemberhentian subway terdekat
***
can you guys, guess who's the hell is He?
salam,

Choi Irin (minta digampar)
hadeh minhwan lagi nih. sweet lanjut-lanjut mo liat reaksi heechul :D
ReplyDeletewah minhwan minta ditabok khkhkh
ReplyDeletelanjutkan rin!!!
wait and see, who's gonna out in the part. 4 (acakadul)
ReplyDelete